PROJECT COMMUNICATION MANAGEMENT

By // 1 comment:
      Manajemen Komunikasi Proyek termasuk proses yang diperlukan untuk memastikan bahwa informasi dalam proyek dibuat dengan tepat dan cepat, baik dalam segi pengumpulan, diseminasi, penyimpanan, dan disposisi. Hal ini menciptakan hubungan yang penting antara orang-orang, ide, dan informasi yang diperlukan supaya proyek berakhir dengan kesuksesan.

Manajemen Komunikasi
1.Identifikasi Stakeholder -Proses mengidentifikasi semua orang atau organisasi dipengaruhi oleh proyek, dan mendokumentasikan informasi yang relevan mengenai kepentingan mereka, keterlibatan, dan dampaknya pada keberhasilan proyek.
2.Rencana Komunikasi -Proses penentuan informasi pemangku kepentingan proyek dan definisi pendekatan komunikasi.
3.Penyebaran Informasi -Proses pembuatan informasi yang relevan yang tersedia untuk proyek dan pemangku kepentingan seperti yang direncanakan.
4.Mengelola Harapan Stakeholder -Proses berkomunikasi dan bekerja sama dengan pemangku kepentingan untuk memenuhi kebutuhan mereka dan mengatasi masalah yang terjadi.
5.Laporan Kinerja -Proses mengumpulkan dan mendistribusikan informasi pencapaian kinerja,termasuk laporan status, pengukuran kemajuan, dan perkiraan.


 
Nama : Aris Tri Bahtiar Efendi
NIM    : 10110063
Kelas  : IF-2

 

PROJECT PROCUREMENT MANAGEMENT

By // No comments:
           Manajemen Pengadaan adalah proses –proses yang dilakukan untuk mendapatkan barang dan/atau jasa yang dibutuhkan sebuah proyek dari luar organisasi yang didukungnya.

           4 kelompok proses adalah:

1. Memulai

    – Perencanaan

    – Pendanaan

    – Persiapan

2. Pelaksana

    – Perangkaian

    – Penyempurnaan

3. Administrasi

    – Koordinasi

    – Komunikasi

4. Penutupan

    – Evaluasi
Rencana Manajemen Pengadaan

      Informasi yang terkandung di dalamnya :

      1. Tuntunan tipe kontrak yang akan digunakan dalam berbagai situasi. 

      2.Template yang akan digunakan untuk dokumen-dokumen manajeman pengadaan

      3.Tuntunan untuk membuat struktur WBS bagi supplier.

      4.Peran dan Tanggung jawab setiap anggota tim proyek.

 5.Tuntunan untuk menggunakan estimasi independen yang akan digunakan pada saat mengevaluasi
     penjual/distributor. 

      6.Saran dalam mengelola multiple providers. 

      7.Proses untuk koordinasi keputusan pengadaan. 

      8.Hambatan dan asumsi berkaitan dengan pembelanjaan dan perolehan. 

      9.Waktu terawal untuk belanja.

     10.Strategi menghambat resiko dalam pembelanjaan. 

     11.Tuntunan untuk mengidentifikasi prequalified supplier. 

     12.Parameter pengadaan untuk menilai penjual dan pengelolaan kontrak.
Nama : Aris Tri Bahtiar Efendi
NIM    : 10110063
Kelas  : IF-2





PROJECT RISK MANAGEMENT

By // No comments:
              Tujuan dari Rencana Manajemen Risiko adalah untuk menentukan strategi dalam mengelola risiko yang terkait dengan proyek tersebut sehingga menimbulkan dampak yang minimal terhadap biaya dan jadwal, serta kinerja operasional. Proses manajemen risiko akan mengidentifikasi sumber potensi risiko, menilai risiko dan dampak terhadap ruang lingkup, kualitas, biaya, dan jadwal. Mengevaluasi pendekatan yang dilakukan untuk mitigasi yang tepat dan risiko yang lebih moderat, dan mengembangkan rencana aksi untuk menangani risiko yang terjadi.
           Yang melakukan perencanaan manajemen risiko adalah tim proyek atau tim khusus yang dibentuk untuk melakukan perencanaan risiko
            
               Komponen yang proyek yang dilakukan analisa yaitu segitiga proyek :

             1.Ruang lingkup

             2.Biaya

             3.Waktu

             4.Kualitas

      Pengukuran kualitas dengan menggunakan model dari DeLone dan Mclean.

     1.Kualitas Sistem (System Quality) digunakan untuk mengukur kualitas sistem teknologi informasinya sendiri. 
     2.Kualitas Informasi (Information Quality) mengukur kualitas keluaran dari sistem informasi.

     3.Kualitas Pelayanan (Service Quality) awalnya digunakan di penelitian pemasaran (marketing). Penelitian-
        penelitian sistem informasi yang memasukkan pengukuran kualitas pelayanan (service quality) ke dalam model  
        D&M meminjamnya dari penelitian pemasaran.

    4.Penggunaan Informasi (Use) adalah penggunaan keluaran suatu sistem informasi oleh penerima.

    5.Kepuasan Pemakai (User Satisfaction) adalah respon pemakai terhadap penggunaan keluaran sistem informasi.

    6.Manfaat Bersih (Net Benefits) merupakan penggabungan dampak individual (individual impact) 
    
     Ada enam kegiatan utama dalam proses Manajemen Risiko yaitu antara lain : 
    1. Perencanaan Manajemen Risiko : merupakan proses mendefinisikan manajemen risiko yang akan diterapkan 
        pada proyek 
   2. Identifikasi Risiko : Upaya terus menerus untuk mengidentifikasi dan menentukan risiko-risiko yang dapat 
      mempengaruhi proyek serta pendokumentasian karakteristiknya
  3. Analisis Risiko : Sebuah evaluasi dari setiap risiko yang diidentifikasi untuk memperkirakan kemungkinan 
      terjadinya,  tingkat dampak dan peringkat prioritas. 
   4. Perencanaan Respon Risiko: proses menghasilkan pilihan tindakan untuk memperbesar peluang dan mengurangi 
       hambatan terkait pencapaian tujuan proyek 
   5. Monitoring dan Kontrol Risiko: proses pelaksanaan dari rencana respon, pelacakan risiko yang teridentifikasi, 
       pengawasan risiko residual, pengidentifikasian risiko baru, dan evaluasi efektivitas respons risiko selama  
       berlangsungnya proyek
Nama : Aris Tri Bahtiar Efendi
NIM    : 10110063
Kelas  : IF-2